Waspada Bahaya Sipilis Jangan Biarkan Berlarut Larut

Raja singa atau sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Gejala sifilis diawali dengan munculnya luka yang tidak terasa sakit di area kelamin, mulut, atau dubur.

Luka pada area kelamin yang menjadi gejala sifilis (sipilis) sering kali tidak terlihat dan tidak terasa sakit, sehingga tidak disadari oleh penderitanya. Meski demikian, pada tahap ini, infeksi sudah bisa ditularkan ke orang lain.

Baca Juga: Berbagai Penyebab Sifilis yang Harus Diwaspadai

Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, sifilis dapat menimbulkan komplikasi. Komplikasi dapat timbul jika sipilis atau sifilis sudah memasuki tahap tersier. Komplikasi sifilis yang dapat terjadi antara lain:

  • Benjolan kecil atau gumma
  • Kondisi ini bisa muncul di area kulit, tulang, hati, atau organ lainnya.
  • Infeksi HIV
  • Orang-orang yang menderita sifilis dan sering bergonti-ganti pasangan memiliki risiko terkena HIV dua kali lipat dari orang biasa.
  • Gangguan saraf
  • Gangguan saraf yang dapat terjadi adalah impotensi, gangguan berkemih, gangguan pengelihatan, kehilangan pendengaran, stroke, atau meningitis.
  • Gangguan jantung
  • Kelainan jantung yang dapat terjadi akibat sifilis adalah aneurisma aorta dan kerusakan katup jantung.
  • Komplikasi kehamilan
  • Komplikasi yang dapat dialami ibu hamil antara lain keguguran, kematian janin dalam kandungan, atau kematian bayi beberapa saat setelah persaliinan.

Pengobatan siflis atau raja singa ini akan lebih efektif jika dilakukan ketika tahap awal. Sifilis dapat diatasi dengan antibiotik penisilin. Selama masa pengobatan, penderita dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seks, sampai dokter memastikan infeksi sudah sembuh.